Sarapo Group

Sarapo Music, Sarapo Meubel, dan SarapoNet

Heboh, Ditemukan Gurita Berkepala Manusia

Heboh, Ditemukan Gurita Berkepala Manusia

Rumah pasangan Herman (45) dan Nita (42) di kelurahan Berok Nipah, Muara Padang, Kecamatan Padang Barat, tidak lagi sepi. Hampir setiap waktu, silih berganti orang datang ke rumah permanen yang dikontrak Nita tersebut.

Rumah kontrakan yang memang sempit tersebut, semakin terasa sempit. Pengunjung bukan hanya dari warga sekitar tapi juga Kota Padang, bahkan ada yang datang dari luar kota. Pemberitaan tentang gurita berkepala mirip manusia menjadi alasan kedatangan warga tersebut.

“Sampai Senin (5/1) dini hari masih ada warga yang datang melihat, mereka mengetok pintu rumah agar bisa melihat gurita berkepala manusia ini,” ujar Nita saat dikunjungi, Senin (5/1/2009). Tidak hanya Nita yang ketiban rezeki. Warga sekitar yang tinggal di kawasan yang padat tersebut juga mendapat rezeki bak durian runtuh.

Selain dari persewaan tempat parkir kendaraan, juga dari beberapa kantong sumbangan yang disediakan. Sebelum sampai ke rumah Nita, mulai dari Jalan Muara, setidaknya ada tiga pos kantong sumbangan yang mesti dilewati pengunjung.

Pos pertama di mulut gang, bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor dikenakan uang parkir sebesar Rp 1.000. Selanjutnya, tidak beberapa jauh dari lokasi ada pos sumbangan sukarela untuk masjid. Kantong sumbangan terakhir disediakan di rumah Nita.

Nita mengaku tidak pernah mendapat mimpi atau firasat aneh setelah gurita berbentuk kepala manusia tersebut ada di rumahnya. Hanya saja, saat merebus gurita untuk makan siang, ia sempat mendengar suara tangis bayi.

“Awalnya, saya pikir itu tangis bayi tetangga tapi setelah saya ingat-ingat benar, di kawasan tempat tinggal saya tidak ada tetangga yang memiliki bayi,” ujarnya.

Rasa penasaran juga yang mendorong Nita mencari sumber suara tangis bayi tersebut. Pencarian Nita berakhir di dapur. Dari dapur suara tersebut semakin keras terdengar. Nita baru tersentak saat melihat kuali tempat gurita tersebut direbus. Nita mengaku sampai saat ini tidak pernah bermimpi terkait dengan gurita berwajah mirip manusia tersebut.

“Kepala gurita tersebut muncul di tengah kuali, seperti orang minta tolong dan tampak bergerak-gerak,” ujar Nita. Saat itulah, ia baru sadar ketika memperhatikan ternyata bagian kepala gurita tersebut sudah berubah bentuk, mirip kepala manusia.

Sejak Minggu (4/1) sampai Senin (5/1), setidaknya pengunjung yang datang sudah mencapai ribuan orang. Informasi tentang gurita berkepala mirip manusia tersebut sudah tersebar luas. Mereka tidak hanya datang dari Kota Padang tapi juga dari Batusangkar dan Pariaman. “Saya beri nama gurita itu Siti Nurbaya karena bentuknya seperti perempuan,” ujar Nita.

Siti Nurbaya memang seolah identik dengan Padang. Ia tokoh sentral dalam roman karangan Marah Rusli dari Padang yang terbit tahun 1930-an.

Roman berlatar belakang kultur Minang itu jadi terkenal karena kemudian diangkat ke layar lebar, belakangan juga ke sinema elektronik. Fiksi Siti Nurbaya adalah contoh sempurna dari nasib perempuan muda nan molek yang dipaksa kawin dengan bandot tua karena jeratan utang orangtuanya.

Kini, “Siti Nurbaya” moncer lagi di Padang. Foto-fotonya terjual laris di sepanjang gang sebelum sampai di rumah Nita. Harganya beragam, mulai dari Rp 3.000 untuk ukuran 4R dan Rp 20.000 untuk ukuran 10R.

Menurut Buyung (26), seorang penjual foto gurita, sampai Senin (4/1) siang, ia sudah mengantongi uang lebih dari Rp 100.000 dari penjualan foto tersebut. “Boleh dikatakan fotonya laku keras, perbandingannya dari 10 pengunjung yang datang, 6 di antarnya pasti membeli,” ujar Buyung.

Tidak hanya foto, pengunjung yang datang pun saling berebutan untuk mengambil foto gurita yang dipajang di depan rumah Nita. Ada yang menggunakan foto saku, ada juga melalui foto di telepon seluler. Ah, inilah kesempatan buat para copet. Sudah ada beberapa pengunjung yang kecopetan ketika berdesak-desakan.

Gurita berkepala manusia berukuran sekitar 20 cm itu semula ditangkap suami Nita bersama nelayan lain di Perairan Sauban, Kabupaten Mentawai, Minggu (4/1).

Saat dibongkar di Pelabuhan Batang Arau sekitar pukul 10.00, tidak tampak keanehan pada bagian kepala dari gurita tersebut. Keanehan baru muncul saat Nita merebus gurita tersebut, sebelum digoreng siangnya. Rencananya gurita tersebut dijadiakan santapan makan siang bersama keluarga.

Saat direbus itulah, gurita tersebut berubah bentuk. Pada bagian kepalanya tampak seperti kepala manusia berkelamin perempuan.

Sebelumnya, pada bagian mata gurita mengalir air namun ternyata itu sisa air rebusan. Sampai malam ini, lokasi masih dikunjung warga silih berganti, seakan tidak pernah berhenti. Lokasi pun seperti pasar malam.

http://rlisafm.co.cc/2009/01/heboh-ditemukan-gurita-berkepala-manusia/

14 Juli, 2009 Posted by | Misteri, Misterius, Serb-Serbi | , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Give Thanks to Allah Bukan Milik Michael Jackson, Tapi Zain Bhikha

‘King of Pop’ Michael Jackson meninggal dunia beberapa minggu sebelum menggelar rangkaian konser akbar di London, Inggris. Padahal seluruh tiket konser ‘Kembalinya Jacko’ itu telah ludes terjual.

Dikutip dari laman The Sun, Jumat 26 Juni 2009, 113 hari menjelang kematiannya, Jacko sempat mengatakan bahwa rangkaian konser bertajuk ‘This Is It’ di O2 Arena London itu akan menjadi konser terakhirnya.

“This Is It. Saya hanya ingin katakan bahwa konser itu akan menjadi penampilan terakhir saya,” kata Jacko saat konferensi pers 5 Maret 2009 lalu, terkait konsernya di London pada Juli 2009. “Saya akan bawakan lagu-lagu yang ingin didengar para penggemar. Ini konser terakhir saya, sampai jumpa di bulan Juli.”

Batalnya konser membuat sekitar 80 ribu fans Jacko kecewa. Sejak beberapa bulan lalu, mereka telah memegang tiket konser seharga £ 50 (Rp 850 ribu dengan asumsi £ 1 = Rp 17 ribu) dan £ 75 (Rp 1,275 juta). Bahkan mereka yang memilih tempat duduk di dekat panggung telah menebus tiket seharga £ 175 million (Rp 2,975 juta).

Sebelum berita kematian Jacko, penyelenggara konser ‘Kembalinya Jacko’ ini sempat mengumumkan menunda konser selama lima hari dengan alasan tim Jacko masih membutuhkan waktu gladi resik. Kala itu penyelenggara acara membantah Jacko sakit.

Kenny Ortega, promotor tour konser Jacko di London, mengatakan, sekitar sebulan lalu saat memantau persiapan konser Jacko di Los Angeles, ia melihat sang bintang sangat antusias. “Dia sangat bersemangat dengan ide-ide cemerlang, dia sangat menikmati pekerjaannya,” ujarnya.

Namun semua mimpi itu sirna. Sang bintang legendaris menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mimpi terakhirnya terwujud. Sang bintang meninggal di usia 50 tahun akibat gagal jantung pada Kamis siang, 25 Juni 2009, waktu Amerika (Jumat dini hari WIB).

pipiet.noorastuti@vivanews.com

14 Juli, 2009 Posted by | Gosip, Lain-lain, Tokoh Dunia | , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.