Sarapo Group

Sarapo Music, Sarapo Meubel, dan SarapoNet

Future Tense

Future tense adalah tense yang kita pergunakan untuk menunjukkan suatu kejadian atau kegiatan yang terjadi di MASA DEPAN dan belum terjadi ketika hal tersebut dikatakan.

Pembentukan kalimat :

Subyek+ WILL/be going to+ verb1

I will spend my money wisely
Sonny will joint with me in the basket ball team
Ana will not play the game
She will be a good doctor
My Father is going to go to Semarang tomorrow
I am going to repair my suitcase

Tanda waktu yang digunakan adalah
Tomorrow , next (year,mont, week,time) , ………to go

Karena tense ini berbicara tetang masa depan, dan masa depan mengandung ketidakpastian, maka dalam pengungkapannya tense ini akan dinyatakan dalam beberapa tingkat kepastian, silakan ikuti pelajaran selanjutnya.

Future tense adalah tense yang merujuk ke masa depan, dan masa depan mengandung ketidakpastian (uncertainty). maka dalam pengungkapannya future tense terbagi atas tingkat kepastian sebagai berikut :

1. Akan terjadi di masa depan tetapi mengandung kemungkinan gagal.

  • I will go to Jakarta nexth month. (Saya akan pergi ke Jakarta bulan depan tetapi belum pasti)
  • She will help her mother.
  • Ani will write a novel

2. Akan terjadi di masa depan dan sudah ada persiapan.

  • I am going to repair the fence tomorrow. (mungkin sudah membeli peralatan untuk memperbaiki)
  • She is going to continue studu in Havard University.
  • Chris John is going to defence his title in Texas.

3. Untuk mengungkapkan tingkat kepastian yang tidak mungkin batal digunakan bentuk tense FUTURE CONTINUOUS. Bentuk kalimatnya samadengan present continuous.

  • I am going to Bandung tomorrow.
  • They are playing football this evening.
  • He is reading your article soon.
  • I am buying the car tomorrow.

FUTURE CONTINUOUS seakan-akan menempatkan kondisi present continuous (kondisi yang sedang berlangung) sedang terjadi di masa depan.

25 April, 2009 Posted by | Belajar Bahasa Inggris | , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Present Perfect Tense

Present perfect tense digunakan pada kondisi-kondisi sebagai berikut :

1. Ketika suatu kejadian sudah terjadi tetapi periode waktunya belum berakhir.

  • I have read ten books this month. (Saya telah membaca 3 buah buku bulan ini, tetapi bulan ini belum berakhir ketika kalimat tersebut dinyatakan)

2. Ketika tidak diketahui kapan kejadian tersebut berlangsung/sudah berlangsung tapi tidak diketahui kapan waktunya.

  • Susan has broken her ruler again. (Susan telah mematahkan penggaris di suatu waktu tetapi kapan waktunya tidak diketahui).

3. Ketika suatu kejadian baru saja berlangsung dan akibatnya / pengaruhnya masih berlangsung.

  • My uncle has just arrived this morning. (Paman saya baru saja datang tadi pagi)

4. Ketika digunakan untuk menyatakan suatu durasi waktu tertentu.

  • He has studied in USA for two years. (Ia telah belajar di Amerika selama 2 tahun)
  • She has lived here since 1960. (Ia telah tinggal di sini sejak tahun 1960)

Jadi secara awam present perfect tense menyatakan suatu kondisi yang melibatkan masa lalu, masa kini dan masa datang secara bersamaan. Artinya kejadian tersebut telah terjadi di masa yang lalu, masih berlangsung ketika dinyatakan, dan masih terjadi di masa depan untuk waktu yang tidak spesifik. Berdasarkan namanya kita bisa lihat bahwa present perfect tense adalah present tense yang sempurna (meliputi masa lalu, masa kini dan masa yang kan datang).

25 April, 2009 Posted by | Belajar Bahasa Inggris | , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Cara Ngobrol Pria-Wanita Yang Mengasyikkan

Beda Cara Dengerin. Tahukah kau film serial TV berjudul The Six Millions Dollar Man dan Bionic Woman? Klo belum tau, tanya deh ama bokap-nyokap. Kedua film ini amat populer di tahun 1980-an. Film pertama mengenai pria super yang bermata tajam (mampu melihat gamblang dari jarak jauh). Film kedua tentang wanita super yang bertelinga tajam (mampu mendengar jelas dari jarak jauh).

Kedua film itu ternyata ngelambangin perbedaan antara lelaki dan perempuan. Walau bermata tajam, cowok tuh telinganya kurang peka. Sebaliknya, meski bermata kurang tajam, cewek tuh telinganya amat peka.

Jadi, ketika kita berbicara dengan cowok, suara kita jangan terlalu lirih. Bisa-bisa nggak terdengar olehnya. Sebaliknya, bila kita ngobrol ama cewek, suara kita jangan terlalu keras. Bisa-bisa kita dikira sedang marah.

“Warna Suara” di Telinga Cowok-Cewek

Di telinga pria, suara orang-orang biasanya hanya terdiri dari tiga macam: rendah, sedang, dan tinggi. Namun, wanita ngedengerin suara dengan lebih rinci: air keran menetes, tangis bayi, anak kucing mengeong, de el el.

Jadi, kalo kamu cewek pengen lebih dikenal di telinga cowok, terutama pada obrolan pertama, nggak usah bingung. Tenang aja! Yang penting, bicaralah dengan suara sejelas-jelasnya. Jangan terlalu cepat. Beri dia kesempatan untuk mencerna makna setiap kalimatmu. Yang lebih penting bagi cowok pada umumnya bukanlah bagaimana kamu berbicara, melainkan apa makna kata-katamu.

Sebaliknya, kalo kamu cowok pengen lebih dikenal di telinga cewek, terutama pada obrolan pertama, jangan asal jelas bicara. Kurang berkesan tuh! Alih-alih, ucapkanlah kata-kata dengan intonasi, mimik wajah, dan bahasa tubuh yang sesuai. Yang lebih penting bagi cewek pada umumnya bukanlah apa makna kata-katamu, melainkan bagaimana kamu mengatakannya.

Gimana Cewek-Cowok Pasang Telinga

Cara cewek-cowok pasang telinga berbeda, seperti pada cara ngeliat. Telinga cewek “melebar” juga; pendengaran cowok terfokus pula.

Dengan pendengaran melebar, cewek akan mudah banget mendengarkan pembicaraan lebih dari satu dalam satu waktu. Emm… contohnya gini. Klo seorang cewek sedang telepon, trus di depannya ada televisi, otaknya mampu menampung informasi dari dua sumber suara itu. So… gak heran dech klo ada cewek sedang telepon sambil dengerin TV. Dah gitu, besoknya ditanya tentang acara TV itu, eehh… kok ya inget ya??

Hmm…. boleh… boleh… Trus??? What about man??

Dengan pendengaran terfokus, cowok mampu mengenali dari mana arah suara itu berasal walau tidak mengetahui jenis apakah suara itu. But, klo mesti dengerin lebih dari satu sumber suara, cowok akan kesusahan. So… akan sangat mungkin si cowok mengecilkan volume televisi atau radio bila sedang menerima telepon.

Jadi, kalau kamu mau suaramu bener-bener didengerin si cowok, ciptakanlah suasana hening lebih dulu atau pilihlah waktu ketika suaramu tak tersaingi oleh suara lain.

Sebaliknya, jika ketika kita ngobrol ama si cewek, lalu dia ngedengerin sambil ngelakuin aktivitas lain, maka kita gak usah sakit hati. Belum tentu telinganya tak menangkap lagi kata-kata kita. Kalo kamu ragu apakah dia masih menaruh perhatian pada pembicaraanmu, periksa aja seketika. Caranya, misalnya, langsung tanyai dia: “Menurut kamu, gimana baiknya?”

Karena mendengar secara melebar, para cewek biasanya suka mengait-ngaitkan pembicaraan dengan berbagai hal lain. Cewek berpikir, “Klo ada hubungan dengan berbagai hal lain, kenapa mesti to the point?” Karena itu, cara jitu untuk membuat kaum cewek mau mendengarkan kita-kita adalah mengemukakan pembicaraan yang panjang-lebar, namun secara bervariasi supaya tidak membosankan.

Sementara itu, hendaknya kita beri kesempatan si cewek untuk menyela pembicaraan kita meskipun temanya meloncat-loncat dan menyimpang jauh dari apa yang sedang kita bicarakan. Sesudah si cewek benar-benar terlibat di dalam pembicaraan kita, barulah kita kemukakan inti pembicaraan kita. Cewek mah perlu yang namanya keterlibatan, atuh, men!!

Sebaliknya, karena mendengar secara terfokus, para cowok biasanya ingin segera tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Cowok berpikir, “Klo bisa langsung, kenapa mesti melewati jalan yang berkelok-kelok?” Karena itu, cara jitu untuk membuat kaum cowok mau mendengarkan kita-kita adalah mengemukakan pembicaraan yang to the point, langsung pada intinya, gak bertele-tele.

Ada baiknya pula jika cewek segera memberitahukan sejak awal apa yang dia inginkan dari pembicaraanya dengan si cowok. Jadi, si cowok bisa ngerti apa yang harus dia lakukan. Menjadi penyimak ataukah menjadi pemberi solusi. Cowok mah perlu yang namanya kejelasan, atuh, Neng!!

Contohnya, katakan seperti ini: “Mas, aku ingin bicara denganmu tentang pengalaman tadi pagi. Aku nggak minta solusi darimu; aku hanya ingin kau menyimak kata-kataku. Seusai salat tarawih, ya?”

17 April, 2009 Posted by | Rahasia sukses, Tips and Tricks | | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.